• Gua Maria Paroki Lodalem
  • Pelayanan Sakramen Ekaristi
  • Altar Paroki Lodalem
  • Perayaan Ekaristi

SHARING KELUARGA

Posted on 12:40 AM by paroki_lodalem

SHARING KELUARGA
(Ibu C.M. Sriani-Stasi Sumberpucung)

Berkah dalem,

Tinggal dalam sebuah keluarga yang majemuk tidaklah mudah. Banyak suka dan duka yang harus kita pelajari, kita mengerti dan terkadang harus dibawa dalam doa sebab tidak semua hal mudah dimengerti seperti yang saya harapkan. Meskipun demikian sikap menjunjung rasa hormat atas pribadi dan keyakinan dengan sesama keluarga yang lain mesti tetap diperjuangkan. Rasanya, hidup rukun seperti yang kita harapkan dan kedamaian yang kita inginkan tidak akan pernah hadir dalam kehidupan keluarga jika tidak ada rasa hormat satu dengan yang lain. Itulah yang saya rasakan sebagai satu keluarga yang memiliki keanekaan dalam keyakinan iman. Sebab keluarga saya memiliki beberapa keyakinan yang tetap bertahan dalam kerukunan sampai saat ini, ada yang beragama Protestan, GKJW, Islam, Budha dan Katolik.

Perjalanan iman yang saya miliki rasanya biasa-biasa saja, tetapi apa yang saya yakini dan hidupi sampai sekarang ini adalah suatu berkat yang luar biasa. Pada awalnya, ketika masih SD saya hanya mengikuti kegiatan menggereja dari teman-teman dan saudara saya. Rasanya ada kegembiraan dalam kegiatan sekolah minggu tersebut. Kami bisa bernyanyi dan makan bersama-sama. Sayang, setelah kelas 4 SD saya tidak lagi pergi ke gereja bersama teman-teman karena banyaknya kegiatan sekolah. Setelah tamat SD, saya menlanjutkan pendidikan di SMPK St. Antonius Sumberpucung. Di sekolah ini, saya kembali mengikuti kegiatan agama Katolik. Awalnya, saya ikut pelajaran agama Katolik supaya bisa mengerjakan soal-soal agama, yang pada waktu itu dibimbing oleh Bpk. Misidianto, Ibu V.M. Mistini dan Ibu M.G. Suyati.

Rasanya, semua pelajaran agama yang saya terima hanya sebatas untuk menjawapi tugas sekolah dan persahabatan dengan teman-teman yang berbeda keyakinan dengan saya. Setelah lulus dari SMPK, saya melanjutkan pendidikan ke SPG IT Selorejo. Sebagai seorang Muslim, saya tetap menjalankan sholat lima waktu dengan baik. Ketika mulai masuk dalam dunia karir, yaitu sebagai tenaga sukarelawan SD di desa, saya mulai dikenalkan oleh teman-teman guru dengan seseorang. Dia adalah Markus Doren, seorang Flores yang beragama Katolik. Perkenalan dan persahabatan ini membuat saya mendalami iman Katolik. Dalam perjalanan waktu, saya dan Markus Doren tetap menjalin komunikasi yang baik...terus semakin membaik dan dekat...hingga sampai pada suatu hubungan yang lebih dalam dan serius untuk menjadi pasangan hidup. Meskipun lewat surat menyurat, hubungan kami terjalin dengan baik.

Saya mencintai dia apa adanya, ingin menjadi bagian dalam hidupnya termasuk dalam hal keyakinan yang dihidupinya sebagai seorang Katolik. Orangtua saya adalah orang yang bijaksana. Mereka memberikan pilihan bebas kepada anak-anaknya sejauh itu diyakini dan menjadi pilihan hidupnya. Beberapa kali orangtua menanyakan tentang pernikahan kami dan niat saya untuk mengikuti keyakinan calon suami saya itu. Mereka sangat mendukung...silahkan jalani pilihan hidup yang sudah kamu yakini....

Saya sangat bahagia dengan restu orangtua saya. Karena itu saya belajar banyak tentang keyakinan calon suami saya. Saya mencari guru agama yang dulu mengajar saya ketika sekolah di SMPK, yaitu Ibu Suyati. Saya diajari dan menjadi katekumen. Semuanya berjalan dengan indah berkat bimbingan Tuhan. Tanggal 28 Oktober 1988, dengan pilihan bebas dan bangga atas apa yang sudah mulai saya yakini, saya pegang dan kini saya hidupi....saya dibaptis menjadi seorang Katolik. Kemudian, pada tanggal 3 Nopember 1988, saya dengan Markus Doren menerima Sakramen Perkawinan. Dengan rasa syukur yang tak terkatakan,...kami sangat bahagia dan kini kami sudah dikaruniai dua anak, yaitu putra dan putri yang kembar. Mereka lahir pada tanggal 2 September 1990.

Saling menghargai sebagai pribadi yang unik telah memberikan kerukunan dalam kehidupan keluarga besar kami yang majemuk. Saling menghormati adanya keyakinan yang berbeda telah menghadirkan rasa damai.

Dalam perjalanan iman ini, Yesus memang luar biasa. Ia bekerja dengan cara yang kerap kali tidak kita sadari, tetapi Dia tetap menemani setiap langkah hidup kita. Dengan percaya dan berserah kepada-Nya, saya bisa mengalami hidup yang penuh berkat. Dalam cinta kasih dan persaudaraan, semua perbedaan menjadi indah...lebih indah dari yang kita bayangkan.

Terima kasih Tuhan atas segalanya. Amin.



Salam dan doa kami,

Keluarga Markus Doren/CM. Sriani

dan putra-putri

No Response to "SHARING KELUARGA"

Leave A Reply